![]() |
Konferensi yang merupakan forum tertinggi organisasi wartawan di tingkat provinsi tersebut semula diikuti dua kandidat, yakni Suwardi Tahir dan Amrullah Basri, mantan Direktur Harian Rakyat Sulsel. Kehadiran dua nama itu sempat memunculkan prediksi bahwa pemilihan akan berlangsung melalui mekanisme pemungutan suara.
Namun dinamika forum berkembang berbeda. Menjelang proses pemilihan, peserta konferensi mengedepankan semangat musyawarah untuk mufakat. Hasilnya, Suwardi Tahir disepakati secara aklamasi untuk memimpin organisasi wartawan tertua di Indonesia itu di Sulawesi Selatan selama lima tahun ke depan.
Terpilihnya Suwardi Tahir secara aklamasi dinilai mencerminkan keinginan kuat anggota untuk menjaga soliditas organisasi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi profesi kewartawanan. Dukungan yang mengerucut kepada satu kandidat juga memperlihatkan harapan agar kepemimpinan baru mampu menyatukan seluruh elemen PWI Sulawesi Selatan.
Dalam sambutannya, Suwardi Tahir menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas amanah yang diberikan anggota PWI Sulsel. Ia berkomitmen menjaga persatuan organisasi sekaligus meningkatkan kualitas dan profesionalisme wartawan di Sulawesi Selatan.
“Ini adalah amanah besar yang harus dijalankan bersama. PWI Sulsel harus menjadi rumah bagi seluruh anggota dan terus hadir dalam mendorong profesionalisme serta menjaga marwah pers,” ujar Suwardi.
Menurutnya, peningkatan kompetensi anggota akan menjadi salah satu prioritas utama kepengurusan mendatang. Program Uji Kompetensi Wartawan (UKW), pelatihan jurnalistik, hingga penguatan etika profesi akan terus didorong agar kualitas sumber daya manusia pers di Sulawesi Selatan semakin meningkat.
