-->

Tawuran Antar Kelompok Bersenjata Resahkan Warga Bone, Nama "Fredom" dan "Kawat Merah" Muncul

Gambar Ilustrasi 
BONE - Aksi tawuran antar kelompok kembali meresahkan warga Kabupaten Bone. Dalam sepekan terakhir, serangkaian penyerangan yang melibatkan sejumlah pemuda bersenjata tajam dilaporkan terjadi di beberapa titik di Kecamatan Tanete Riattang.

Insiden pertama terjadi di Jalan Andi Pangeran Petta Rani, Kelurahan Masumpu, Senin malam, 25 Mei. Menurut Ilham, warga setempat, sekitar pukul 00.30 WITA atau Selasa dini hari, ia mendengar suara puluhan sepeda motor melintas dengan bising.

"Sekitar jam setengah satu malam terdengar suara motor ramai. Saat saya keluar melihat, ada banyak orang turun dari motor sambil menghunus parang dan badik. Beberapa bahkan berboncengan tiga," kata Ilham.

Kedatangan kelompok tersebut membuat warga panik. Sejumlah warga kemudian meneriaki dan berusaha mengejar mereka. Dalam kepanikan itu, beberapa anggota kelompok dilaporkan terjatuh dari sepeda motor.

Menurut Ilham, tiga orang yang terjatuh nyaris menjadi sasaran amuk massa. Beruntung, mereka lebih dulu diamankan di rumah salah seorang warga hingga aparat kepolisian tiba di lokasi.

"Saat diamankan ditemukan juga sebilah keris yang mereka bawa. Ketiganya terlihat dalam kondisi mabuk berat," ujarnya.

Ia menambahkan, ketiga pemuda tersebut mengalami luka akibat terjatuh dari motor, sementara kendaraan yang mereka gunakan mengalami kerusakan.

Namun, aksi serupa kembali terjadi beberapa hari kemudian. Kelompok yang diduga sama dilaporkan melakukan penyerangan di Jalan Jenderal Muh Yusuf, Kelurahan Biru, selama dua malam berturut-turut, yakni Sabtu, 30 Mei sekitar pukul 21.30 WITA dan Minggu, 31 Mei sekitar pukul 01.30 WITA atau Senin dini hari.

Lia, warga Kelurahan Biru, mengaku resah dengan aksi kelompok tersebut. Menurut dia, sasaran penyerangan adalah para remaja yang biasa berkumpul dan bermain gim di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

"Saya kaget melihat rombongan pengendara motor datang sambil berteriak. Mereka membawa parang dan ada juga yang membawa busur," kata Lia.

Yang disesalkannya, kata Lia, aparat kepolisian justru mengamankan puluhan remaja yang menjadi sasaran penyerangan.

"Sekitar satu jam setelah kejadian kedua, polisi datang dan mengamankan 33 anak yang diserang. Sementara kelompok yang melakukan penyerangan tidak ada yang diamankan," ujarnya.

Berdasarkan keterangan sejumlah remaja yang diamankan, kelompok penyerang tersebut mengatasnamakan diri sebagai "Fredom" dan "Kawat Merah". Kelompok itu disebut beranggotakan pelajar tingkat SMP dan SMA.

Warga menyebut para anggota kelompok tersebut kerap berkumpul di sekitar Jalan Bhayangkara dan Jalan Dipanjaitan. Masyarakat berharap aparat keamanan segera mengambil langkah tegas untuk mencegah aksi serupa terulang dan menimbulkan korban jiwa.

Komentar


Berita Terkini