-->

Usai Temuan Ulat, Kini Warga Soroti Dugaan Pencemaran Limbah Dapur MBG Panyula

BONE - Dugaan pembuangan limbah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan menuai sorotan warga. Limbah yang diduga dialirkan ke got permukiman itu disebut menimbulkan bau menyengat dan dikhawatirkan mencemari sumur warga.

Warga setempat, Marwan, mengatakan kondisi tersebut telah meresahkan masyarakat karena limbah diduga mengalir langsung ke saluran lingkungan tanpa pengelolaan yang memadai.

“Bau busuknya sangat menyengat. Warga juga khawatir sumur yang dipakai sehari-hari ikut tercemar,” ujar Marwan.

Menurut warga, persoalan itu bukan hanya mengganggu kenyamanan lingkungan, tetapi juga berpotensi berdampak pada kesehatan masyarakat. 

Dugaan pembuangan limbah tersebut dinilai berpotensi melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, khususnya terkait larangan membuang limbah ke media lingkungan tanpa pengelolaan yang layak hingga menyebabkan pencemaran.

Sorotan juga datang dari aktivis mahasiswa, Ardy Baso Anas. Ia menilai SPPG Panyula telah berulang kali menuai persoalan serius.

“Sebelumnya ditemukan ulat dalam menu MBG. Sekarang muncul lagi dugaan pembuangan limbah dapur yang berbau busuk dan diduga mencemari sumur warga,” kata Ardy, Sabtu, 23 Mei 2026.

Ia menilai kondisi tersebut semakin memprihatinkan karena terjadi saat wilayah Panyula baru memasuki masa pemulihan pascabanjir yang sempat merendam permukiman dan jalan poros beberapa hari lalu.

Di tengah upaya pemerintah daerah mendorong kerja bakti dan menjaga kebersihan lingkungan, kata dia, dugaan pencemaran limbah justru memicu kekecewaan masyarakat.

“Pemerintah gencar mengajak masyarakat menjaga lingkungan bersih dan sehat, tetapi di sisi lain muncul dugaan limbah dapur MBG yang menciptakan lingkungan kotor dan tidak sehat,” ujarnya.

Ardy mendesak pemerintah daerah, Satgas MBG, dan pihak terkait segera mengambil langkah tegas, termasuk mengevaluasi operasional dapur MBG di Panyula.

“Minimal ada penghentian sementara operasional sebelum persoalan ini memicu reaksi masyarakat yang lebih besar,” katanya.

(Rustan)

Komentar


Berita Terkini