-->

Konferensi PWI Sulsel Digelar, Dua Kandidat Berebut Kursi Ketua

MAKASSAR - Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan resmi digelar di Graha Pena Fajar, Makassar, Selasa, 2 Juni 2026. Forum tertinggi organisasi wartawan di tingkat provinsi itu menjadi ajang penentuan kepemimpinan sekaligus arah organisasi untuk lima tahun mendatang.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten III Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Muhammad Arafah yang mewakili Gubernur Sulsel, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pengurus PWI kabupaten/kota, serta Pelaksana Tugas Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Otto.

Sejak pagi, ratusan peserta dari berbagai daerah memadati lokasi konferensi. Panitia mencatat sebanyak 305 peserta penuh dan lebih dari 100 peserta peninjau mengikuti agenda tersebut. Peserta penuh merupakan anggota PWI pemegang Kartu Tanda Anggota (KTA) B yang memiliki hak suara, sedangkan peserta peninjau berasal dari anggota muda.

Ketua Panitia Konferensi PWI Sulsel, Faisal Palapa, mengatakan persiapan pelaksanaan konferensi telah dibahas sejak Oktober 2025. Namun agenda yang semula dijadwalkan berlangsung pada Februari 2026 itu baru dapat terlaksana pada awal Juni setelah melalui berbagai dinamika organisasi.

“Persiapan konferensi ini sudah mulai dibahas sejak Oktober tahun lalu. Awalnya direncanakan berlangsung pada Februari, namun berbagai dinamika membuat pelaksanaannya baru terlaksana hari ini,” kata Faisal.

Menurut Faisal, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) tahun ini mencapai 305 orang, menurun dibandingkan konferensi sebelumnya pada 2021 yang mencatat 338 pemilih. Penurunan tersebut, kata dia, menjadi catatan penting bagi pengurus terpilih nantinya.

Berdasarkan data Dewan Pers, terdapat 1.076 jurnalis di Sulawesi Selatan yang telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Namun, hanya 305 orang yang memenuhi syarat masuk dalam DPT konferensi.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pengurus yang akan datang. Kompetensi wartawan harus menjadi prioritas agar semakin banyak jurnalis yang memenuhi syarat menjadi anggota penuh PWI,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya validasi dan verifikasi data keanggotaan agar daftar pemilih benar-benar akurat.

“Jangan sampai ada anggota yang sudah meninggal dunia tetapi masih tercatat dalam daftar pemilih. Validasi data harus menjadi perhatian serius,” katanya.

Konferensi PWI Sulsel kali ini diikuti dua calon ketua, yakni Suwardi Tahir, mantan Pemimpin Redaksi Harian Fajar, dan Amrullah Basri, mantan Direktur Harian Rakyat Sulsel.

Faisal berharap proses konferensi berlangsung dalam suasana demokratis dan kekeluargaan. Menurut dia, siapa pun yang terpilih nantinya harus mampu merangkul seluruh elemen organisasi demi memperkuat PWI Sulawesi Selatan.

“Sangat mungkin kita mengedepankan musyawarah. Siapa pun yang terpilih nantinya harus mampu merangkul semua pihak dan duduk bersama demi kemajuan PWI Sulsel,” tuturnya.

Komentar


Berita Terkini