![]() |
Jejak tersebut tercatat ketika Robinson Tallupadang masih menjabat sebagai Asisten Intelijen (Asintel) Kasdam XIV/Hasanuddin. Pada April 2025, ia memimpin Tim Khusus Intelijen Kodam XIV/Hasanuddin dalam operasi pengungkapan jaringan passobis di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Dalam operasi tersebut, tim gabungan intelijen berhasil membongkar jaringan penipuan daring dan mengamankan puluhan orang yang diduga memiliki peran berbeda dalam sindikat tersebut.
Para pelaku yang diamankan memiliki rentang usia 15 hingga 45 tahun.
Kasus itu menjadi perhatian lantaran salah seorang korban, yang berasal dari keluarga besar TNI, mengalami kerugian sekitar Rp1,6 miliar akibat aksi penipuan yang dilakukan sindikat tersebut.
Saat operasi berlangsung, Robinson masih menjabat sebagai Asintel Kasdam XIV/Hasanuddin. Bersama jajaran intelijen Kodam XIV/Hasanuddin, ia memimpin proses pengumpulan informasi hingga pengungkapan jaringan passobis yang beroperasi di wilayah Sidrap.
Setelah menyelesaikan tugas sebagai Asintel Kasdam XIV/Hasanuddin pada Agustus 2025, Robinson kemudian dipercaya menduduki jabatan sebagai Kepala Staf Korem (Kasrem) 141/Toddopuli.
Kariernya berlanjut hingga akhirnya ia mendapat amanah sebagai Danrem 141/Toddopuli. Kini, perwira TNI Angkatan Darat tersebut menjadi orang nomor satu di jajaran Korem 141/Toddopuli.
Pengungkapan jaringan passobis di Sidrap tersebut menjadi salah satu catatan dalam perjalanan tugas Robinson Tallupadang sebelum menduduki jabatan sebagai Danrem 141/Toddopuli.
Capaian itu juga mendapat apresiasi dari masyarakat. Pengungkapan puluhan orang yang diduga terlibat dalam sindikat penipuan daring tersebut dinilai sebagai salah satu keberhasilan Robinson Tallupadang saat menjalankan tugasnya di bidang intelijen.
