![]() |
| Keterangan foto: Kepala Dispora Bangkalan, Moawi Arif saat |
BANGKALAN, KABAR POJOK - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangkalan, Moawi Arif memberikan klarifikasi terkait kontroversi pelaksanaan gerak jalan umum yang menimbulkan kontroversi akibat diduga terdapat peserta yang berpakaian mini.
Sebelumnya sempat beredar luas dibeberapa platform media massa dan media online bahwa pelaksanaan gerak jalan umum tingkat SMA/SMK dan Umum pada, Minggu (09/08/26) terdapat peserta Laki-laki yang berpakaian wanita sexy layaknya waria sehingga menimbulkan perdebatan tokoh agama dan tokoh masyarakat, lantaran dinilai tidak sesuai dengan julukan Kabupaten Bangkalan sebagai Kota Dzikir dan Sholawat.
Kepala Dispora Bangkalan, Moawi Arif menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh lapisan masyarakat atas kegaduhan dan tidak nyamanan tersebut. Pihaknya berjanji akan mengevaluasi secara menyeluruh dan mengkonsep ulang untuk kegiatan ditahun yang akan datang.
"Sebelumnya kami sudah memberikan rambu-rambu kepada seluruh peserta gerak jalan agar tidak keluar batas," ujar Muawi, Senin (10/08/26).
Lanjut Moawi, pada saat pelaksanaan TM pihaknya sudah memberikan beberapa aturan yang tidak boleh dilanggar oleh peserta, diantaranya seluruh regu gerak jalan tidak boleh menggunakan pakaian yang terbuka, baik itu Laki-laki atau Perempuan.
"Mereka (peserta) yang melanggar rata-rata tidak mendaftar ke kami, jadi mereka itu biasanya masuk ke barisan dari rute-rute tertentu dan bergabung dengan peserta yang resmi," katanya.
Namun begitu, lanjut Moawi akan lebih memperketat lagi pada pelaksanaan gerak jalan di tahun yang akan datang dengan menempatkan tim keamanan seperti Satpol PP di rute yang biasanya menjadi langganan mereka.
"Sebagian dari mereka itu memang tidak mendaftar ke kami, itu memang agak rumit untuk dikendalikan karena sudah menjadi kebiasaan di setiap tahun, namun begitu kami akan tetap mengevaluasi secara total," pungkasnya.
