-->

Tindak Lanjuti Antrean Solar, Satreskrim Polres Bone Soroti 'Barcode' Bermasalah dan Surat Rekomendasi

BONE, KABAR POJOK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bone memperketat pengawasan distribusi BBM dan LPG bersubsidi di wilayah Watampone, Rabu (19/8/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan komoditas bersubsidi tepat sasaran dan mencegah praktik penyelewengan.
Pemeriksaan marathon diawali pukul 05.30 WITA menyasar tujuh SPBU, yakni SPBU Palakka, Ahmad Yani, Agusalim, Karella, Biru, Palanga, dan Taccipi. Dipimpin Kanit II Ekonomi Iptu Yobel Arihta Perangin Angin, petugas menemukan stok Solar dan Pertalite tergolong aman, namun mendapati sejumlah catatan kritis.

​Di lapangan, polisi menemukan indikasi pengisian Solar subsidi secara berulang pada truk yang mengantre, pemangkasan kuota di beberapa titik, hingga kemacetan akibat sistem pemindai (scan) barcode SPBU Agusalim yang mendadak eror.

​"Kami minta pengelola SPBU ketat memverifikasi surat rekomendasi, menolak pengisian berulang, serta memastikan kecocokan barcode dengan plat kendaraan," tegas Iptu Yobel mengutip arahan Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Ananda Gunawan.
Pengawasan berlanjut hingga sore hari menyasar tujuh pelaku usaha komersial di Kecamatan Tanete Riattang. Hasilnya, petugas memergoki dua tempat usaha (kafe dan laundry) masih nekat menggunakan LPG 3 kg yang sejatinya dialokasikan khusus untuk rumah tangga miskin dan usaha mikro. Polisi langsung mendata serta menegur keras pemilik usaha agar segera beralih ke LPG non-subsidi.
AKP Ananda Gunawan menegaskan inspeksi mendadak ini akan digelar secara berkala untuk melindungi hak masyarakat penerima manfaat.

​"Pengawasan ini adalah langkah preventif. Kami tidak ragu menindak pihak yang sengaja mengambil hak masyarakat kecil demi keuntungan pribadi," pungkas Ananda.
Komentar


Berita Terkini