![]() |
BANGKALAN, KABAR POJOK - Anggota Komisi DPR RI Komisi XI sekaligus tokoh masyarakat Madura, R.H. Imron Amin (Ra Ibong), menyambut positif rencana relokasi pabrik dari pengusaha asal China ke Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Cicit Ulama Besar Syaichona Muhammad Kholil ini mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak terpengaruh stigma negatif maupun informasi yang tidak benar.
"Kemarin sempat ramai di media bahwa para ulama dan habaib menolak kedatangan investor China. Namun setelah saya pelajari, mereka bukan menolak, melainkan meminta agar kultur dan budaya yang ada di Bangkalan tetap dijaga," ujar Ra Ibong, Kamis (20/8/2026).
Rencana relokasi sejumlah pabrik dari Negeri Tirai Bambu ke Madura, khususnya Bangkalan, dijadwalkan mulai berjalan pada 2027 dengan kebutuhan lahan mencapai sekitar 3.000 hektar.
Ra Ibong menilai, masuknya investasi ini sejalan dengan aspirasi masyarakat Madura yang sejak lama mendambakan pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya di daerah sendiri. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mengawal dan mendukung proses tersebut agar tetap berjalan harmonis dengan nilai-nilai lokal.
"Kami sangat menyayangkan dan mengecam jika ada oknum yang sengaja mempersulit atau menghalang-halangi masuknya investor asing ini ke Kota Dzikir dan Sholawat," tegasnya.
Selain investasi asing, Ra Ibong mengungkapkan bahwa pengusaha lokal Madura juga berencana membangun hotel di Bangkalan. Kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal menjadi krusial untuk menyerap peluang ekonomi ini.
"Mari kita siapkan bersama agar industri bisa masuk ke Bangkalan. Kehadiran lapangan pekerjaan baru ini nantinya dapat menekan angka pengangguran secara signifikan," tutupnya.
