-->

Ra Ibong Tinjau Gudang Bulog Bangkalan, Stok Beras Aman hingga 10 Bulan

Bangkalan - Anggota Komisi I DPR RI, R.H. Imron Amin atau yang akrab disapa Ra Ibong, meninjau langsung gudang Bulog di Kompleks Pergudangan Mlajah, Bangkalan, Senin (4/5). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok beras di Madura tetap aman dalam beberapa bulan ke depan.

Dari hasil pengecekan di lapangan, Ra Ibong memastikan stok beras dalam kondisi mencukupi. Berdasarkan data yang disampaikan Kantor Wilayah Bulog Madura, ketahanan pangan di wilayah tersebut diperkirakan mampu bertahan hingga 8 sampai 10 bulan ke depan.

“Alhamdulillah, setelah kita tinjau bersama, stok beras kita aman. Sesuai data dari Bulog, ketahanan pangan di Madura bisa bertahan 8–10 bulan ke depan,” ujar Ra Ibong.

Ia juga menegaskan bahwa penyerapan beras dari petani masih terus berjalan hingga saat ini. Hal tersebut dinilai menjadi indikator positif dalam menjaga stabilitas pasokan pangan.

“Penyerapan beras dari masyarakat terus berlangsung. Ini menunjukkan kondisi ketahanan pangan kita sangat baik,” imbuh politisi Partai Gerindra tersebut.

Ra Ibong turut mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bangkalan yang mulai mengembangkan produksi beras secara mandiri. Menurutnya, keberadaan penggilingan padi skala besar akan sangat membantu meningkatkan serapan hasil panen petani lokal.

“Ini langkah yang sangat bagus. Selain memperkuat produksi lokal, juga membantu petani dalam menyalurkan hasil panennya,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Wilayah Madura, Achmad Rofi’i, mengungkapkan bahwa realisasi penyerapan beras tahun ini hampir mencapai target maksimal.

“Target penyerapan tahun ini sebesar 4.000 ton. Hingga saat ini sudah hampir 100 persen tercapai, dan proses penyerapan masih terus berjalan sampai akhir tahun. Tidak menutup kemungkinan bisa melampaui target,” jelasnya.

Ia menambahkan, hingga kini tidak ada kendala berarti dalam proses penyerapan beras dari petani. Namun, pihaknya berharap adanya tambahan fasilitas penggilingan padi skala besar di Madura guna meningkatkan kapasitas serapan.

“Kendala tidak ada, tapi kami berharap ke depan ada lebih banyak penggilingan besar agar penyerapan bisa lebih optimal, karena saat ini masih terbatas,” pungkasnya.

Komentar


Berita Terkini