![]() |
Tim yang sejak awal kurang diunggulkan itu tampil disiplin dan penuh determinasi menghadapi TRT yang dikenal dengan julukan “Badai dari Timur”. Sepanjang pertandingan, Palakka mampu meredam agresivitas lawan hingga laga berakhir tanpa gol selama waktu normal.
Ketegangan memuncak saat pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti. Dalam situasi penuh tekanan, para pemain Palakka tampil lebih tenang dan akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 4-3.
Hasil tersebut langsung mengejutkan pecinta sepak bola Bone. Sebelumnya, mayoritas publik dan netizen di berbagai grup media sosial memprediksi TRT akan melaju ke final menghadapi Lamuru atau “Laskar Paddengngeng”.
Prediksi itu bukan tanpa alasan. TRT dianggap memiliki komposisi pemain yang lebih matang dan tampil konsisten sejak fase awal turnamen. Apalagi, Lamuru sebelumnya sudah lebih dulu mengunci tiket final usai menumbangkan Ponre FC dengan skor meyakinkan 3-0 pada semifinal leg pertama.
Banyak pihak bahkan sudah lebih dulu membayangkan final ideal antara Lamuru kontra TRT. Namun, Palakka berhasil mematahkan seluruh prediksi lewat permainan kolektif, kerja sama solid, dan mental bertanding yang kuat.
Meski sempat kehilangan beberapa pemain inti akibat berbagai kendala, Palakka tetap mampu menjaga ritme permainan hingga memastikan tempat di partai puncak.
Kabar baiknya, sejumlah pemain andalan Palakka yang sebelumnya absen disebut bakal kembali memperkuat tim pada laga final yang dijadwalkan berlangsung Minggu, 17 Mei 2026.
Final Bone Beramal Cup 2026 pun dipastikan berlangsung panas. Lamuru datang dengan produktivitas gol yang tajam, sementara Palakka membawa modal kepercayaan diri tinggi usai menumbangkan salah satu tim favorit juara.
Kini, publik sepak bola Bone menanti, apakah Palakka mampu melanjutkan kisah kejutan mereka, atau Lamuru yang akan mengangkat trofi “Rise of Champions”?
