![]() |
Event bertajuk Madura Sport 2 Championship ini berlangsung selama dua hari dan diikuti atlet dari empat kabupaten di Madura, serta peserta dari Gresik, Surabaya, dan Sidoarjo. Pembukaan kejuaraan dilakukan secara simbolis oleh Kepala Dispora Bangkalan bersama Ketua KONI Bangkalan dan jajaran undangan melalui pemukulan gong.
Ketua Pelaksana, Muhammad Ikrom mengatakan, kejuaraan yang rutin digelar setiap tahun ini menjadi wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet potensial di cabang olahraga pencak silat.
“Kejuaraan ini mempertandingkan sejumlah kategori, mulai dari tanding atau fighter, seni tunggal, ganda, regu hingga kategori festival yang menampilkan seni tradisional dari masing-masing perguruan,” ujarnya.
Ia berharap ajang tersebut terus berkelanjutan dan mampu melahirkan atlet-atlet unggulan yang dapat mengharumkan nama Bangkalan di tingkat nasional maupun internasional.
Menurut Ikrom, Bangkalan yang dikenal sebagai Kota Dzikir dan Sholawat kini juga telah ditetapkan sebagai Kota Bumi Pesilat Emas. Karena itu, prestasi di bidang bela diri, khususnya pencak silat, harus terus dipertahankan dan ditingkatkan.
“Untuk saat ini peserta masih dari kalangan pelajar se-Jawa Timur. Namun ke depan tidak menutup kemungkinan akan dibuka kategori umum agar kejuaraan semakin besar dan semarak,” katanya.
Ia menambahkan, panitia sengaja tidak menerapkan sistem piala bergilir agar fokus pembinaan atlet dapat berjalan lebih maksimal dan berkesinambungan setiap tahunnya.
Sementara itu, Kepala Dispora Bangkalan, Moawi Arifin berharap kejuaraan tersebut menjadi momentum bagi para atlet muda untuk mengasah kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding.
“Pemerintah daerah berkomitmen mendukung perkembangan atlet pencak silat di Bangkalan melalui wadah kompetisi dan fasilitas penunjang agar mereka semakin nyaman mengembangkan bakat dan prestasinya,” pungkasnya.
