![]() |
Kepala Dinas PUPR Bangkalan Rizal Mardiansyah turun langsung memantau proses awal pengerjaan tersebut. Ia didampingi Sekretaris Dinas PUPR Moh Ridhwan.
Sejumlah pihak turut hadir dalam kegiatan itu, antara lain konsultan pengawas, kontraktor, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), KBO Lantas Polres Bangkalan, perwakilan Dinas Perhubungan, pihak Kecamatan Bangkalan, Lurah Kemayoran, Lurah Demangan, perwakilan PUDAM, serta pihak penyedia jaringan kabel optik.
Rizal mengatakan Dinas PUPR telah menyiapkan alat berat dan truk untuk mendukung proses pembongkaran trotoar serta penggalian drainase.
"Kami lakukan bertahap. Awalnya dilakukan penggalian kurang lebih 20 hingga 25 meter hingga nantinya dilakukan pemasangan unit yang baru," ujar Rizal.
Pembongkaran trotoar eksisting dimulai dari depan Pasar Senenan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan. Setelah trotoar dibongkar, proses penggalian drainase langsung dilakukan sambil menunggu material untuk pembangunan drainase baru tiba.
Menurut Rizal, pemasangan drainase tidak dapat langsung dilakukan setelah penggalian. Sebab, terdapat tahapan pembuatan lantai kerja sebelum unit drainase dipasang.
"Untuk saat ini kami lakukan pembongkaran dan langsung digali, sambil menunggu material datang. Itu tidak serta-merta kami pasang karena sebelum dilakukan pemasangan, di bawah itu ada lantai kerja," katanya.
Rizal menjelaskan, drainase tersebut memiliki kedalaman sekitar 1 meter dengan lebar menyesuaikan ukuran trotoar, yakni kurang lebih 1,35 meter.
Pengerjaan proyek peningkatan drainase perkotaan tersebut diperkirakan rampung pada Desember 2026.
Rizal meminta masyarakat yang terdampak pengerjaan proyek untuk memahami kondisi selama proses pembangunan berlangsung. Ia juga mengingatkan pengguna jalan agar berhati-hati karena terjadi penyempitan badan jalan di sekitar lokasi proyek.
"Kami sampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak karena proyek drainase ini untuk kepentingan bersama. Hati-hati bagi pengguna jalan karena ada penyempitan jalan selama masa pengerjaan," pungkasnya.
