![]() |
Sejumlah sopir menduga kondisi itu menjadi salah satu faktor yang dapat memicu kenaikan biaya operasional angkutan material.
“Solar sulit didapat. Bahkan baru-baru ini saya sampai bermalam di SPBU. Mungkin itu alasan akan ada kenaikan,” kata seorang sopir dump truk.
Meski demikian, hingga kini belum diketahui pihak mana yang akan mengambil inisiatif menaikkan harga material, apakah dari kalangan sopir, penambang, pemasok, atau pelaku usaha lainnya. Informasi mengenai rencana kenaikan tersebut masih dalam tahap penelusuran.
Di sisi lain, antrean kendaraan untuk mendapatkan solar subsidi terus menjadi sorotan. Para sopir mengaku waktu kerja mereka banyak tersita hanya untuk mengantre BBM. Kondisi itu juga dikeluhkan pengguna jalan karena kerap memicu kemacetan di sekitar SPBU.
Situasi tersebut kembali memunculkan perbincangan mengenai dugaan penyalahgunaan distribusi solar subsidi. Sejumlah warga menilai kendaraan yang mengantre dari hari ke hari didominasi unit yang sama sehingga menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.
“Kalau lewat depan SPBU, saya sering lihat mobil yang antre itu-itu juga hampir setiap hari. Jadi muncul pertanyaan di masyarakat, apakah memang digunakan sendiri atau ada hal lain,” ujar seorang warga.
Jika rencana kenaikan harga material benar terjadi dan berkaitan dengan sulitnya pasokan solar subsidi maupun antrean yang berkepanjangan, dampaknya diperkirakan tidak hanya dirasakan pelaku usaha. Kenaikan biaya angkut berpotensi mendorong naiknya harga material konstruksi yang pada akhirnya membebani masyarakat dan sektor pembangunan.
Karena itu, pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan segera mengevaluasi penyebab antrean panjang di SPBU serta memastikan distribusi solar subsidi berjalan sesuai ketentuan. Penertiban perlu dilakukan apabila ditemukan penyimpangan agar persoalan tersebut tidak meluas dan memicu dampak ekonomi yang lebih besar.
Hingga berita ini diturunkan, upaya pendalaman masih dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi mengenai rencana kenaikan harga material bangunan serta faktor-faktor yang melatarbelakanginya.
