![]() |
| Ilustrasi |
Penggerebekan disebut berlangsung mendadak. Berdasarkan keterangan sumber di lokasi, puluhan aparat yang diduga berasal dari unsur kepolisian mendatangi titik yang selama ini dicurigai sebagai lokasi bongkar muat BBM subsidi sebelum didistribusikan melalui jalur muara.
Namun, operasi tersebut dinilai belum sepenuhnya berhasil. Sejumlah barang bukti diduga telah lebih dulu dipindahkan ke kapal yang kemudian meninggalkan lokasi tak lama setelah penggerebekan berlangsung. Sedikitnya dua kapal disebut digunakan dalam distribusi tersebut.
“Yang datang orang Mabes, mereka tidak pakai senter, jadi tidak lihat itu kapal, padahal ada di sekitar situ, baru-baru diisi,” ujar sumber, Senin malam, 27 April 2026.
Menurut sumber yang sama, aktivitas penyelundupan ini bukan hal baru. Praktik tersebut disebut telah berlangsung cukup lama dan dilakukan secara berulang.
Isu lain yang berkembang menyebutkan bahwa barang bukti yang diamankan diduga terkait dengan oknum aparat. Nama berinisial I dan S disebut-sebut, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai keterkaitan keduanya. Informasi tersebut masih dalam penelusuran lebih lanjut.
Kapolsek Awangpone, AKP Supriyadi, saat dikonfirmasi oleh media menyatakan belum menerima laporan terkait operasi tersebut. Ia mengaku pihaknya sebelumnya telah menindaklanjuti informasi mengenai dugaan distribusi solar subsidi melalui jalur muara dengan melakukan patroli dan pengecekan di lapangan.
“Sebelumnya memang ada informasi soal solar subsidi yang dibawa keluar lewat jalur muara, dan kami sudah melakukan patroli serta pengecekan ke wilayah tersebut,” katanya.
Ia menambahkan, hingga saat itu belum ditemukan aktivitas mencurigakan. Polisi juga telah berkoordinasi dengan warga dan pemerintah desa setempat untuk memperkuat pengawasan.
“Kami juga sudah meminta masyarakat agar segera melapor jika menemukan aktivitas serupa,” ujar Supriyadi.
Informasi lain menyebutkan penindakan serupa turut terjadi di sejumlah titik lain, termasuk di wilayah Kahu. Meski demikian, belum ada indikasi bahwa aparat telah menjangkau aktor utama di balik jaringan distribusi ilegal tersebut.
Sebelumnya, dugaan penyelundupan solar subsidi di Awangpone mencuat setelah ditemukan pola distribusi yang sistematis. BBM dikemas dalam jeriken dan diangkut melalui jalur laut guna menghindari pengawasan darat. Praktik ini diduga melibatkan jaringan terorganisasi.
Kasus tersebut kini menjadi perhatian publik. Desakan agar aparat mengusut tuntas hingga ke tingkat pengendali utama kian menguat, seiring kekhawatiran masyarakat atas potensi kerugian yang terus ditimbulkan bagi warga.
