![]() |
Pembongkaran pasar yang sebelumnya menampung puluhan pedagang tersebut dilakukan seiring rencana pembangunan gedung pertemuan di lokasi itu. Sebelumnya, para pedagang direlokasi ke Pasar Langgeng setelah ditertibkan dari area trotoar di sepanjang jalan menuju SMP Negeri 2 Bangkalan.
Namun pasca pembongkaran, sebagian pedagang kembali berjualan di badan jalan sekitar akses menuju sekolah. Kondisi ini dikeluhkan warga karena kerap memicu kemacetan, terutama pada jam sibuk pagi hari.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Diskopumdag Bangkalan telah menyiapkan tiga pasar alternatif, yakni Pasar Senenan, Pasar Bancaran, dan Pasar Ki Lemah Duwur, yang dinilai masih memiliki kapasitas cukup untuk menampung sekitar 70 pedagang.
Kepala Bidang Perdagangan Diskopumdag Bangkalan, Reza Ala Fatahillah, mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang terkait rencana relokasi tersebut.
“Kami sudah dua kali melakukan sosialisasi dan menawarkan kepada seluruh pedagang Pasar Langgeng agar menempati tiga pasar yang telah difasilitasi dan dinilai cukup representatif,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Meski demikian, Reza menegaskan pemerintah tidak memaksakan relokasi. Ia menyebut preferensi pedagang menjadi salah satu kendala, terutama terkait lokasi yang dianggap strategis.
“Sebagian besar pedagang cenderung memilih Pasar Senenan karena aksesnya lebih dekat dan dinilai lebih strategis. Namun ada juga yang masih belum bersedia pindah,” katanya.
Menurutnya, ketiga pasar tersebut masih memiliki banyak lapak kosong yang bisa dimanfaatkan pedagang. Pemerintah daerah berharap para pedagang segera menempati lokasi yang telah disediakan guna mengurangi kemacetan dan menciptakan ketertiban di kawasan tersebut.
