![]() |
Laporan warga masuk lewat WhatsApp. Isinya singkat dan cemas: sekelompok remaja berkeliling naik sepeda motor, masing-masing membawa pistol mainan dan menembak ke arah pengguna jalan lain. “Bisa membahayakan pengguna jalan yang lain,” tulis pelapor.
Tak hanya konvoi, aksi itu juga disiarkan langsung di TikTok. Siaran live itulah yang memudahkan polisi melacak pergerakan mereka secara real time. Dari pemantauan, lokasi para pemuda terdeteksi berkumpul di kawasan Indomaret, Jalan Jenderal Sudirman, Bone.
Dipimpin Kanit Turjawali Satsamapta, Aipda Muhammad Rasyid, tim patroli bergerak cepat ke lokasi. Pemeriksaan di tempat memastikan benda yang dibawa para pemuda bukan senjata api sungguhan, melainkan pistol mainan. Namun, pistol itu menggunakan peluru karet yang tetap berpotensi mencederai jika ditembakkan sembarangan di ruang publik.
Keempat pemuda yang diamankan masing-masing berinisial RA (18), AMK (20), AS (22), dan KV (23). Mereka kemudian dibawa ke Mapolres Bone untuk didata dan dimintai keterangan.
Karena belum ada laporan resmi dari pihak yang dirugikan, polisi memilih langkah pembinaan. Setelah didata dan diberikan peringatan keras, keempatnya dipulangkan. Polisi menegaskan identitas mereka telah dicatat. Jika di kemudian hari ada korban melapor, proses hukum bisa kembali dibuka.
Kasat Samapta Polres Bone, AKP Muh. Tahir, menegaskan jajarannya akan responsif terhadap setiap aduan masyarakat, termasuk yang bersumber dari media sosial. Ia mengingatkan ruang publik bukan arena unjuk sensasi.
“Jangan melakukan tindakan yang meresahkan dan membahayakan orang lain. Kebebasan berekspresi tetap ada batasnya, apalagi jika menyangkut keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Usai penanganan kasus itu, tim patroli kembali menyisir wilayah hukum Bone. Polisi berharap peristiwa serupa tak lagi berulang terlebih hanya demi konten sesaat di media sosial.
