-->

Aksi Kebut-Kebutan Remaja di Bone Berakhir Kocar-Kacir, Polisi Sita 30 Motor

BONE – Aksi balap liar yang meresahkan warga di jalan raya Desa Usa, Kecamatan Palakka, dan Desa Abbumpungeng (Lerang), Kabupaten Bone, akhirnya dibubarkan aparat gabungan Polres Bone, Kamis (26/2/2026) dini hari.

Tim gabungan yang terdiri dari Tim Bali Satuan Lalu Lintas dan Sat Sabhara bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat. Saat petugas tiba di lokasi menggunakan motor dan mobil patroli, puluhan remaja yang tengah memacu kendaraannya langsung kocar-kacir menyelamatkan diri.

Operasi penertiban tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Bone, AKP Musmulyadi. Dalam razia itu, polisi berhasil mengamankan 30 unit sepeda motor yang diduga digunakan untuk balapan liar.

Sebagian besar kendaraan yang diamankan tidak sesuai spesifikasi teknis dan telah dimodifikasi secara ilegal, termasuk penggunaan knalpot brong yang menimbulkan suara bising dan mengganggu kenyamanan warga serta pengguna jalan lainnya.

“Iya benar, kami telah mengamankan puluhan motor saat penindakan balapan liar di jalan raya Desa Usa dan Desa Abbumpungeng,” ujar AKP Musmulyadi.

Ia menegaskan, pembubaran dilakukan sebagai respons atas keresahan masyarakat yang terganggu oleh aktivitas berbahaya tersebut. Saat ini, seluruh kendaraan telah diamankan di Mapolres Bone sebagai barang bukti.

Tak hanya melakukan penindakan, polisi juga memberikan edukasi kepada para pelaku yang mayoritas masih berusia muda mengenai bahaya dan konsekuensi hukum dari aksi balap liar.

AKP Musmulyadi mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban lalu lintas demi keselamatan bersama. Ia juga meminta peran aktif orang tua dalam mengawasi anak-anaknya, terutama usai salat subuh.

“Kami imbau warga untuk tetap menjaga ketertiban berlalu lintas. Para orang tua agar ikut mengawasi putra-putranya agar tidak ikut-ikutan balap liar. Lebih baik istirahat di rumah dan melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat daripada kebut-kebutan di jalan,” tegasnya.

Ia pun menyayangkan aksi balap liar yang tak hanya membahayakan pengguna jalan lain, tetapi juga mengancam keselamatan para pelaku sendiri.

“Kami sayangkan jika aksi ini sampai merenggut nyawa. Keselamatan adalah yang utama,” tutupnya.

Komentar


Berita Terkini