![]() |
Bangkalan, Kabarpojok - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bangkalan berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Ironisnya, aksi kriminal ini dipicu oleh kecanduan judi online (judol) yang telah menghancurkan pelaku.
Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi, mengungkapkan kronologi kejadian bermula saat korban berangkat bekerja dan memarkir sepeda motornya di halaman rumah warga, tak jauh dari tempat kerjanya.
“Ketika korban hendak pulang dan mengambil motornya, kendaraan tersebut sudah tidak ada di lokasi,” terang AKP Hafid, Kamis (8/1/2025).
Mendapat laporan tersebut, polisi bergerak cepat. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.
Hasilnya, rekaman CCTV memperlihatkan dua pria datang berboncengan ke lokasi. Salah satu pelaku kemudian membawa kabur sepeda motor milik korban.
“Dari rekaman CCTV, wajah pelaku berhasil kami identifikasi,” jelas AKP Hafid.
Berdasarkan hasil penyelidikan, tim Satreskrim berhasil meringkus pelaku utama berinisial IT (30) di Desa Togubang, Kecamatan Geger. Pengembangan kasus kemudian mengarah pada penadah sepeda motor curian, berinisial S (44), yang diketahui merupakan tetangga pelaku sendiri. Sementara satu pelaku lain berinisial SH masih dalam pengejaran dan masuk daftar pencarian orang (DPO).
Di hadapan penyidik, IT mengaku nekat mencuri karena terjerat kecanduan judi slot online. Sepeda motor hasil curian dijual kepada S dengan harga Rp 3 juta.
“Uang tersebut langsung habis. Sekitar Rp 1 juta digunakan untuk top-up judi online, sisanya diberikan kepada anaknya,” ungkap AKP Hafid.
Sebuah potret pilu bagaimana judi online tak hanya merusak ekonomi, tetapi juga mendorong pelakunya terjerumus ke tindak kriminal.
Atas perbuatannya, IT dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Sementara S dikenakan Pasal 591 KUHP tentang penadahan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Saat ini, keduanya masih menjalani proses hukum lebih lanjut di Polres Bangkalan.
