-->

SPPG Benangkah Resmi Dibuka, Dorong Gizi Anak Sekaligus Ekonomi Warga

Keterangan foto: Tim Satgas MBG Kabupaten Bangkalan meresmikan SPPG Abdul Mu’thi dengan prosesi pemotongan pita.

Bangkalan, Kabarpojok - Dalam rangka mendukung Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), Yayasan Abdul Mu’thi resmi melaunching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Benangkah, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Sabtu (10/01/26).

Peresmian SPPG tersebut dihadiri Tim Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Bangkalan, Camat Burneh, Muspika setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan lembaga penerima manfaat.

Ketua Yayasan Abdul Mu’thi, Andi Alisyahna, melalui perwakilannya Sumriyah menyampaikan bahwa dapur MBG Benangkah akan melayani distribusi makanan bergizi ke 24 lembaga penerima manfaat yang tersebar di sejumlah lokasi dengan jarak cukup berjauhan.

“Meski lokasi penerima manfaat mencar-mencar, tetap kami layani. Tidak adil jika satu sekolah mendapat manfaat sementara sekolah di sekitarnya tidak. Prinsip kami, semua harus menerima,” ujar Sumriyah.

Ia menegaskan, seluruh proses pengolahan makanan akan mengikuti standar gizi nasional berdasarkan rekomendasi ahli gizi guna memastikan kualitas dan keamanan pangan bagi para penerima manfaat.

Selain itu, kehadiran SPPG Benangkah juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Yayasan Abdul Mu’thi menyerap sebanyak 47 tenaga kerja lokal, belum termasuk Kepala SPPG, akuntan, dan ahli gizi.

“Terkait kelengkapan persyaratan yang direkomendasikan oleh tim Satgas Kabupaten, kami akan segera menindaklanjutinya,” tambahnya.

Sementara itu, Tim Satgas MBG Kabupaten Bangkalan, Bambang Budi Mustika, menegaskan bahwa seluruh SPPG wajib memiliki Sertifikat Layak Huni dan Sanitasi (SLHS) sebagai standar dasar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Bambang yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan menjelaskan, SLHS mencakup tiga aspek utama, yakni Sertifikat Penjamah Makanan, Uji Kelayakan Air dan Makanan, serta Inspeksi Kelayakan Lingkungan.

“Tadi sempat kami cek, untuk kelayakan makanan masih belum lengkap, sementara kualitas air sudah memenuhi dan nantinya akan diuji lebih lanjut di laboratorium Surabaya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, berdasarkan kebutuhan ideal, Kabupaten Bangkalan memerlukan 93 dapur MBG. Namun saat ini jumlah dapur yang telah memiliki izin justru melampaui target, yakni mencapai 142 dapur dan terus bertambah.

“Saat ini, yang sudah berjalan dan ditunjuk sebagai SPPG ada 73 dapur. Dari jumlah tersebut, 37 dapur sudah beroperasi dan 36 lainnya belum. Sementara jarak distribusi yang efektif dari dapur ke sekolah maksimal radius 3 kilometer,” pungkasnya.

Komentar


Berita Terkini