![]() |
| Keterangan foto: Ketua PWI Bangkalan, Mahmud Ismail, menerima sertifikat penghargaan dari Kampus Institut Bahri Asyiq (Instiba) Galis, Bangkalan. |
Bangkalan, Kabarpojok – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, turut ambil bagian dalam Seminar Nasional yang digelar di Kampus Institut Bahri Asyiq (Instiba), Kecamatan Galis, Bangkalan, Sabtu (03/01/2026).
Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Mental Instiba tersebut, Ketua PWI Bangkalan, Mahmud Ismail, hadir sebagai narasumber utama dengan mengupas tantangan pers di tengah derasnya arus informasi digital.
Seminar nasional ini mengangkat tema “Pers di Era Post Truth: Antara Fakta, Opini, dan Tanggung Jawab Sosial”, sebuah isu krusial di tengah maraknya hoaks dan konten viral di media sosial.
Mahmud Ismail menegaskan bahwa masyarakat saat ini dituntut semakin cerdas dalam memilah informasi. Menurutnya, era post truth telah melahirkan krisis kepercayaan publik terhadap media dan insan pers.
“Tantangan dunia jurnalistik semakin kompleks. Media sosial kerap memproduksi informasi yang viral, bukan yang faktual,” ujar Mahmud, Minggu (4/1/2026).
Ia juga menyoroti peran algoritma media sosial yang cenderung mengedepankan konten sensasional ketimbang kebenaran.
“Algoritma hanya membaca apa yang ramai dan menarik, bukan apa yang benar. Di sinilah wartawan harus menjaga integritas dan kepercayaan publik,” tegasnya.
Mahmud berharap masyarakat dapat lebih bijak dengan menyaring informasi sebelum membagikannya agar tidak menimbulkan kegaduhan di ruang digital.
Sementara itu, Rektor Instiba Bangkalan, Muksin, mengapresiasi terselenggaranya seminar nasional tersebut. Ia menilai forum ini sangat penting dalam memperluas wawasan mahasiswa, khususnya bagi anggota LPM Mental.
“Pengalaman para narasumber sebagai wartawan profesional adalah bekal berharga yang harus diserap secara serius oleh mahasiswa,” ungkapnya.
Ketua LPM Mental Instiba, Rahmawati, menyampaikan bahwa seminar ini merupakan agenda nasional pertama yang digelar oleh LPM Mental. Antusiasme peserta pun cukup tinggi.
“Peserta berasal dari berbagai kampus di Madura, mulai dari Sampang, Pamekasan hingga Sumenep. Seluruh LPM kami undang untuk belajar bersama tentang jurnalistik,” pungkasnya. (Angga)
