![]() |
| Keterangan foto: Kepala Desa Sabiyan, Hudaifah Hairiz, menyampaikan sambutan pada acara Malam Spektakuler penutupan KKN UTM Kelompok 1 di Desa Sabiyan. |
Bangkalan, Kabarpojok - Pengabdian Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 1 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) di Desa Sabiyan, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur resmi berakhir dengan penuh semarak. Penutupan KKN tersebut dikemas dalam acara bertajuk “Malam Spektakuler”, yang digelar pada Sabtu (17/01/2026).
Acara berlangsung meriah sekaligus khidmat, dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sabiyan beserta jajaran perangkat desa dan tokoh masyarakat. Suasana semakin semarak dengan penampilan pentas seni anak-anak Desa Sabiyan serta hiburan artis dangdut nasional, Ita KDI, yang berhasil menyedot antusiasme warga.
Sebagai bentuk apresiasi dan ungkapan terima kasih, mahasiswa KKN UTM Kelompok 1 menyerahkan cenderamata kepada Kepala Desa Sabiyan. Prosesi pemotongan tumpeng menjadi penanda resmi berakhirnya masa pengabdian mahasiswa selama 24 hari di desa tersebut.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sabiyan, Hudaifah Hairiz, menyampaikan rasa haru dan apresiasi mendalam atas dedikasi mahasiswa KKN.
“Mahasiswa KKN Kelompok 1 telah membawa warna baru dan manfaat nyata bagi Desa Sabiyan. Program-program yang mereka jalankan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, sangat berkontribusi bagi desa kami,” ungkapnya dengan suara bergetar.
Ia juga menyoroti sejumlah program unggulan yang dinilai berdampak langsung, seperti penanaman mangrove, inisiasi desa wisata, penyediaan fasilitas pengelolaan sampah, serta penguatan kembali budaya gotong royong masyarakat.
“Ini bukan sekadar kegiatan sementara, tetapi langkah awal pembangunan desa ke arah yang lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UTM Kelompok 1, Ansori, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Sabiyan atas dukungan dan bimbingan selama pelaksanaan KKN.
“Saya berharap hubungan yang terjalin tidak berhenti setelah KKN berakhir. Mahasiswa harus terus menjaga komunikasi agar program yang telah dijalankan benar-benar memberi dampak berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkasnya.
Penutupan KKN ini tidak hanya menjadi akhir masa pengabdian, tetapi juga awal dari sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat desa.
