-->

Angka Stunting Masih 17,7 Persen, Bangkalan Lakukan Evaluasi Menyeluruh

Keterangan foto: Review Kinerja Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS)

Bangkalan, Kabarpojok - Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus berkomitmen dalam menurunkan prevalensi stunting.

Percepatan prevalensi penurunan stunting memerlukan komitmen yang kuat dari semua  lembaga terkait.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Bangkalan, Fauzan Ja'far saat membuka kegiatan review kinerja Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS) yang dilaksanakan oleh Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A), Selasa (09/12/25).

"Dengan upaya yang dilakukan ini semoga di tahun 2025 angka stunting di Bangkalan mengalami penurunan yang signifikan," Ujar Wabup Fauzan.

Selain itu, kata mantan Ketua KPU tersebut penanganan penurunan angka stunting merupakan fokus utama dari Pemerintah Daerah.

" Ada 14 OPD terkait hingga stakeholder sampai ke tingkat desa yang berkaitan langsung dengan penanganan angka stunting ini," Ucapnya.

Fauzan menambahkan, review kinerja ini penting karena merupakan evaluasi secara menyeluruh dari lembaga terkait dalam penanganan angka stunting yang nantinya sebagai tolak ukur perbaikan.

" Kira kira apa yang menjadi kendala dalam penanganan percepatan stunting, melalui review kinerja ini semuanya bisa diselesaikan bersama-sama," Tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas KBP3A Bangkalan, Sudiyo menyampaikan, bahwa di Tahun 2024 Kota Dzikir dan Sholawat angka stunting nya cukup tinggi mencapai angka 17,7 persen

Mengingat target Nasional angka stunting di setiap daerah maksimal 14 persen, sehingga pihaknya terus menggenjot dengan memasifkan lagi penanganan stunting.

" Penilaian di tahun 2025 ini akan dilakukan sekitar bulan Februari atau Maret tahun 2026 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan yang bekerjasama dengan lembaga independen," Pungkasnya. (Angga)

Komentar


Berita Terkini