PAMEKASAN, KABAR POJOK - Perum BULOG mencatat realisasi pengadaan beras nasional sebesar 4.115.014 ton setara beras hingga 8 Oktober 2026. Capaian tersebut mencapai 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton.
Berdasarkan data BULOG, realisasi itu menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah perusahaan dan telah melampaui target sebelum 2026 berakhir.
Capaian nasional tersebut turut ditopang kinerja Perum BULOG Kantor Cabang Madura. Hingga Oktober 2026, realisasi pengadaan gabah dan beras di wilayah tersebut mencapai 138 persen dari target yang ditetapkan.
Pemimpin Perum BULOG Kantor Cabang Madura, Abu Bakar Assidiq, mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam penyerapan hasil panen petani.
“Alhamdulillah, hingga Oktober 2026, realisasi pengadaan gabah dan beras BULOG Madura telah melampaui target yang ditetapkan, yakni mencapai 138 persen. Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran BULOG serta dukungan para petani, kelompok tani, mitra penggilingan, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Abu Bakar, yang akrab disapa Abbas, Jumat (9/10/2026).
Menurut Abbas, keberhasilan tersebut didukung strategi penyerapan melalui optimalisasi jaringan pembelian langsung di sentra produksi, kesiapan fasilitas penyimpanan, serta percepatan penyerapan saat panen raya.
BULOG Madura, kata dia, akan mempertahankan capaian tersebut melalui peningkatan koordinasi, perluasan kemitraan dengan penggilingan lokal, dan penguatan pengawasan mutu beras di gudang penyimpanan.
“Kami berkomitmen penuh untuk terus menjaga momentum positif ini. Peningkatan koordinasi, perluasan kemitraan dengan penggilingan lokal, serta penguatan pengawasan mutu beras di gudang-gudang penyimpanan akan terus dipacu demi mendukung langkah strategis pemerintah menuju swasembada pangan yang berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran BULOG di daerah dan instansi terkait atas kolaborasi dalam memperkuat ekosistem pangan nasional.
Menurut dia, capaian pengadaan tersebut harus menjadi dorongan bagi BULOG untuk terus mendukung petani, menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat, serta memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
“Capaian ini harus menjadi energi bagi BULOG untuk terus memberikan manfaat bagi petani, menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia,” pungkasnya.
