![]() |
Pernyataan itu disampaikan Jumali usai membuka kegiatan MPLS hari pertama. Menurut mantan Kepala SMAN 2 Bangkalan tersebut, pelaksanaan MPLS tahun ini tetap mengedepankan suasana yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik baru.
Konsep itu sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan yang mengusung MPLS Ramah, yakni masa pengenalan sekolah yang menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta bebas dari praktik kekerasan, perundungan, dan perpeloncoan.
"Kegiatan tahun ini dengan tahun kemarin tidak jauh beda, hanya penyampaiannya saja yang lebih menyenangkan terhadap anak sehingga mereka mengikuti MPLS lebih lepas dan tidak ada tekanan," ujar Jumali.
Sebanyak 355 siswa baru mengikuti MPLS yang berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat. Selama kegiatan, mereka menerima berbagai materi, antara lain penguatan karakter, bahaya penyalahgunaan narkoba, serta edukasi mengenai bahaya judi online yang kini marak di tengah masyarakat.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan lingkungan, budaya, serta tata kehidupan sekolah agar lebih siap menjalani proses belajar sebagai siswa SMAN 1 Bangkalan.
Jumali menegaskan panitia, termasuk pengurus OSIS, telah diingatkan untuk mengedepankan sikap ramah kepada peserta didik baru.
"Memang kata anak-anak OSIS terkenal galak, namun khusus di SMAN 1 Bangkalan sudah saya ingatkan agar mereka harus ramah dan murah senyum kepada murid baru," pungkasnya.
