![]() |
Sejak memasuki lingkungan sekolah, para murid menerima buku tulis, buku paket, hingga alat tulis sebagai bekal belajar. Langkah ini menjadi cara sekolah menyambut peserta didik sekaligus mendorong semangat mereka sejak hari pertama mengikuti kegiatan belajar.
Kepala SDN Jambu 2 Burneh, Suraji, mengatakan pemberian perlengkapan belajar tersebut merupakan bentuk motivasi agar siswa lebih antusias menjalani pendidikan.
"Fasilitas baju dan alat tulis gratis diberikan untuk memicu semangat belajar anak-anak sejak hari pertama sekolah," ujarnya.
Suraji menjelaskan, kegiatan MPLS di SDN Jambu 2 akan berlangsung selama sepekan hingga Sabtu. Berbeda dari umumnya, orientasi sekolah di tempatnya tidak hanya diperuntukkan bagi siswa kelas I, tetapi juga melibatkan siswa di kelas yang lebih tinggi.
"Kami mempraktikkan MPLS itu tidak hanya kepada kelas 1, tetapi kepada kelas yang tinggi juga. Kami tetap melaksanakan MPLS dalam artian penyesuaian kembali. Tentunya ini juga bagian dari esensi MPLS itu sendiri," jelasnya.
Hingga hari pertama MPLS, jumlah peserta didik baru yang telah terdaftar mencapai 26 anak. Meski sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, pihak sekolah tetap optimistis jumlah tersebut masih akan bertambah karena biasanya masih ada calon siswa yang mendaftar setelah tahun ajaran baru dimulai.
"Sekarang Alhamdulillah sudah 26. Walaupun lebih sedikit dari tahun sebelumnya, biasanya tiap tahun masih ada pendaftar yang terlambat mendaftar," pungkasnya.
